Tugu Equator, Wisata Titik Nol Garis Khatulistiwa Kukar

img

(Tugu Equator, Santan Ulu Kecamatan Marang Kayu, Kukar)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Tugus Equator atau Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu wisata yang ada di Kukar, wisata tugu ini terletak di pinggir Jalan Raya Bontang - Samarinda, Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kukar sebagai salah satu kabupaten yang memiliki wisata Tugu Equator di Kaltim, selain Pontianak Kalimantan Barat.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadiraharjo kepada Poskotakaltimnews Kamis (22/2/2024).

Tugu Equator atau dikenal sebagai Tugu Khatulistiwa merupakan penanda titik nol derajat garis khatulistiwa. Bentuk dari bangunan tugu ini yaitu pada puncak bangunannya berbentuk dua buah cincin yang membentuk menyerupai bola dunia, dan ditengahnya terdapat arah mata angin. Yang menarik dari dari Tugu Equator ini yaitu dimana posisi tugu berada persis berdasar pada garis bumi. Sehingga apabila suatu daerah memiliki Tugu Khatulistiwa menandakan bahwa daerah tersebut tepat dilewati oleh garis lintang 00.

Oleh sebab itu di Desa Santan Ulu, desa tempat Tugu Equator ini berada, dapat ditemui fenomena hari tanpa bayangan saat matahari berada di titik kulminasi. Titik kulminasi matahari sendiri merupakan fenomena yang dimana matahari berada di wilayah titik tertinggi benda langit pada titik edarnya saat mengelilingi bumi.

Fenomena ini terjadi dua kali dalam satu tahun, tepatnya pada tanggal 21-23 Maret dan 21-24 September. Atas hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata menilai bahwa Tugu Equator ini merupakan wisata yang sangat potensial dan menjadi salah satu ikon wisata kabupaten Kukar.

Diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar untuk saat ini  dalam pengembangan wisata Tugu Equator tersebut pihaknya sudah memasang lampu penerangan disekitar tugu tersebut dan berencana untuk membangun rest area nantinya.

“Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mengunjungi wisata Tugu Khatulistiwa tersebut kurang lebih 1,5-2 jam. Dari Tenggarong ke Lokasi wisata” pungkasnya.

Dengan adanya Tugu Equator ini tentunya menunjukkan bahwa pariwisata Kukar tidak hanya memberikan suatu tempat wisata saja, namun juga memperhatikan aspek pariwisata mulai dari segi perkembangan ilmu pengetahuan serta edukasi. (adv/*tan)